Awal pertemuan selalu saja menjadi suatu nostalgi paling "asoooy" dalam setiap bingkai cerita yang pernah dialami.
Dimana setiap dari kesan yang diterima membuat imajinasi membentuk karakternya secara alami,...
,Setiap tegur sapa,...
,setiap senyuman,...
,setiap nada,...
,setiap emosi.!
...membuat kesan nyata walaupun kita tahu,bahwa belum tentu ekspresi dari semua yang diterima itu "natural" ???
ada rasa untuk menyapa terlebih dahulu,namun egoisme kedirian berusaha menutupi.
kadang tergumam dalam hati "Biar dia saja yang menyapa",...
Banyak pertanyaan yang berkecamuk...
."apakah aku akan salah bicara?
,seharusnya saya tidak begini...
,kenapa harus hari ini?"...
maaf kamu belum siap!
Semuanya hanya untuk membuat kesan pertama terlihat baik.."ha...ha...ha dasar manusia".
Dan saya tahu " you'll fell excited for the first time",dan tidak untuk kedua kalinya.Perasaan menggebu-gebu cuma ada pada saat pertama.
AKIBATNYA...
Pertemuan kedua dan seterusnya akan terasa biasa saja,dimana prasangka akan kekecewaan mulai menjadi prioritas emosi.
Namun,sesungguhnya setiap pertemuan itu punya kesannya sendiri.Bisa saja,pada pertemuan ke 120-an "ha ha ha",sensasi kegembiraan atau keistimewaan akan terasa..
Kamu terlalu cepat membentuk Aku apa dan segala macam.Kaupun membatasi diri untuk mendapatkan yang kau ingini,bahkan tanpa perlu mengotori tangan sendiri.
Sampai kekecewaan yang kamu dapat buktikan bahwa hanya Aku yang salah.
Seharusnya Kamu memberanikan diri untuk terbuka,tidak perlu takut akan "kecewa".
Sebab itu hanya akan ada jika apa yang kau ingini tidak kau raih.
Bersikaplah yang mewajarkan semua ekspresi manusia.Maka tak ada "kecewa" dalam lembaran nafasmu.
Apakah itu "AKU" a/ "KAMU" ?
Dimana setiap dari kesan yang diterima membuat imajinasi membentuk karakternya secara alami,...
,Setiap tegur sapa,...
,setiap senyuman,...
,setiap nada,...
,setiap emosi.!
...membuat kesan nyata walaupun kita tahu,bahwa belum tentu ekspresi dari semua yang diterima itu "natural" ???
ada rasa untuk menyapa terlebih dahulu,namun egoisme kedirian berusaha menutupi.
kadang tergumam dalam hati "Biar dia saja yang menyapa",...
Banyak pertanyaan yang berkecamuk...
."apakah aku akan salah bicara?
,seharusnya saya tidak begini...
,kenapa harus hari ini?"...
maaf kamu belum siap!
Semuanya hanya untuk membuat kesan pertama terlihat baik.."ha...ha...ha dasar manusia".
Dan saya tahu " you'll fell excited for the first time",dan tidak untuk kedua kalinya.Perasaan menggebu-gebu cuma ada pada saat pertama.
AKIBATNYA...
Pertemuan kedua dan seterusnya akan terasa biasa saja,dimana prasangka akan kekecewaan mulai menjadi prioritas emosi.
Namun,sesungguhnya setiap pertemuan itu punya kesannya sendiri.Bisa saja,pada pertemuan ke 120-an "ha ha ha",sensasi kegembiraan atau keistimewaan akan terasa..
Kamu terlalu cepat membentuk Aku apa dan segala macam.Kaupun membatasi diri untuk mendapatkan yang kau ingini,bahkan tanpa perlu mengotori tangan sendiri.
Sampai kekecewaan yang kamu dapat buktikan bahwa hanya Aku yang salah.
Seharusnya Kamu memberanikan diri untuk terbuka,tidak perlu takut akan "kecewa".
Sebab itu hanya akan ada jika apa yang kau ingini tidak kau raih.
Bersikaplah yang mewajarkan semua ekspresi manusia.Maka tak ada "kecewa" dalam lembaran nafasmu.
Apakah itu "AKU" a/ "KAMU" ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar